most small businesses fail and they fail because their owners lose sight of some of the law basic principles on which any business,but especially a small businessmust be founded.we operate in a free market economy and that means that,although you may think you know better and you may think you know better and youmay even be right, it's the market which determines who servive and who prospers. if no body buys your product you are dead. even if you are right.
many small business owners focus on their product if makes sense that what they know it is also deadly. their product is not going to make them a single sent. it is the custumer that bring in the money and that is where the focus has to be. attention to the product is only in terms of wheather it satisfies the custumers. all the business's income comes from its costumers.
many small business owners don't know who their potential custumers are and have evenless idea of who is an ideal custumers. they waste time on the demanding costumers and often lose money on them while ignoring the quiet pay on time, high margin custumers who are carrying the business. small business, by definiton, has a small client best it can choose its customers. It needs to choose the valuable ones and its needs to be able to recognize them.
many small businesses waste money on advertising and promotion. its not that they should not advertise but a small business has small resources. Advertising and promotion must be funnelled to achieve high returns. if the add is mostly seen by people who have no intention of buying your product this is not efficient.Start buy making sure you existing customers know what they can get from you.
Coretan Hamba
sebuah refleksi kehidupan
Sabtu, 23 Oktober 2010
Sabtu, 18 September 2010
Nasihat Seorang Ibu kepada putrinya…
Hai putriku, camkan nasihatku sebagai pusaka dan peringatan untukmu baik saat kau sendiri maupun ketika engkau memiliki suami;
![]()
- Bergaullah (berkawan; bersahabat) atas dasar ikhlas;
- Bermusyawarahlah dengan kepatuhan dan ketaatan yang baik;
- Jagalah selalu pandangan matanya, jangan sampai ia melihat segala sesuatu yang buruk dan tidak menyenangkan hatinya;
- Jaga bau-bauan yang sampai ke hidungnya, dan hendaklah ia selalu mencium wewangian darimu, celak mata memperindah yang indah, dan air dapat mengharumkan bila tidak ada wewangian;
- Jagalah waktu – waktu makannya dan ketenangan saat tidurnya, sebab perinya perut disebabkan rasa lapar yang dapat mengobarkan amarah, dan kurangnya tidur sering menimbulkan rasa jengkel;
- Peliharalah harta bendanya, kehormatannya, dirinya dan anak-anaknya;
- Janganlah engkau sekali – kali membocorkan rahasianya dan jangan menentang perintahnya. Bila membocorkan rahasianya kamu tidak akan aman dari tindakan balasanya dan bila menentang perintahnya berarti kamu menanam dendam dalam dadanya;
- Jangalah engkau terlihat gembira di saat dia sedang sedih dan susah, dan jangan bersikap murung saat dia bergembira. Kedua hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman yang dapat membuat keruh rumah tangga;
- Muliakanlah dia agar dia juga memuliakanmu, dan banyaklah bersikap setuju agar dia lebih lama menjadi pendampingmu;
- Kamu tidak akan mencapai apa yang kamu inginkan, kecuali bia mengutamakan keridhaan.
Pasrah apa Ikhtiar...
Pasrah dan ikhtiyar sesuatu yang bertolak belakang. Pasrah itu mengarah pada Allah. Sedangkan usaha atau ikhtiyar itu ke diri, aku bisa, aku berusaha. Jadi usaha dan pasrah sesuatu hal yang tidak bisa disatukan. Tidak mungkin kita menyelesaikan dengan ikhtiyar dan pasrah. Kalau mau menyelesaikan masalah dengan pasrah, ya pasrah saja total kepada Allah. Sedangkan kalau mau ikhtiyar, ya ihtiyar saja pakai kemampuan diri semaksimal mungkin. Kalau pasrah, bukan aku yang berusaha atau ikhtiyar, tapi aku sudah tidak berusaha lagi, hanya mengikuti apa yang menjadi kehendak Allah. Aku berserah mengikuti kehendak Allah, dan ini bukan ihtiyar.
Saudaraku, Dalam menyelesaikan suatu masalah, kita tetap diwajibkan berikhtiyar semampu kita. Namun, setelah kita berikhtiyar sesuai kemampuan kita maka yang seharusnya dilakukan adalah hanya pasrah pada Allah. Hidup kita ini sudah digariskan atau dituliskan dalam Lauhul Mahfuz.
Kamis, 16 September 2010
NASEHAT AYAH & IBU UNTUK PUTRI TERCINTA
Nasehat ini dia sampaikan ketika melepas putrinya itu menuju rumah suaminya saat dia dinikahkan.
Ayah & Ibu berkata, “Wahai anakku, Kalaulah nasehat boleh ditinggalkan karena kemuliaan budi dan ketinggian nasab keturunan, maka ayah & ibu tidak akan menyampaikannya padamu. Namun ini perlu disampaikan untuk mengingatkan orang baik dan menyadarkan yang lalai.
Wahai anakku, jika seorang perempuan bisa melepaskan diri dari laki-laki dengan harta orang tuanya maka aku adalah orang yang paling bisa untuk itu. Tapi, itu tidak mungkin, anakku. Karena perempuan diciptakan untuk laki-laki. Dan sebaliknya, laki-laki diciptakan untuk perempuan.
Wahai anakku, saat ini engkau akan melangkah dari rumah ini, dimana kamu hidup dan dibesarkan. Kamu akan berangkat ke lembah yang belum kamu ketahui sama sekali dan akan ditemani seorang yang tidak pernah kau kenal selama ini. Makanya, dengarlah pesan-pesan ayah & ibumu ini. Jadilah engkau bagaikan budak baginya, maka dia akan berlaku seperti itu pula untukmu.
Ayah & ibu akan menyampaikan sepuluh wasiat untukmu. Jagalah wasiat ini dan akan menjadi penerang serta bekal bagimu dalam hidup.
1. Setia dan patuhlah padanya. Kepatuhanmu padanya akan melahirkan keridhaan Tuhan.
2. Qana’ahlah dengan apa yang diberinya. Sikap itu akan melahirkan ketenangan dalam jiwamu.
3. Peliharalah pandangannya padamu. Jangan sampai dia melihat padamu sesuatu yang tidak disenanginya.
4. Pelihara penciumannya terhadapmu. Jangan sampai dia mencium darimu sesuatu yang tidak mengenakkan hidungnya.
5. Jagalah waktu makannya. Sesungguhnya rasa lapar itu bagaikan bara yang bisa membakar kapan saja.
6. Jagalah waktu tidurnya. Sesungguhnya gangguan pada waktu tidur bisa menyulut amarah.
7. Jagalah harta dan rumahnya. Sesungguhnya yang demikian membuatnya menghargaimu.
8. Pelihara dan hormatilah anak dan keluarganya. Sesungguhnya hal itu melatihmu mengatur segala Sesuatu dengan baik.
9. Janganlah kamu buka rahasianya. Jika kamu melakukan itu, maka tidak bisa dijamin dia akan menjaga janjinya padamu.
10.Janganlah kau melanggar perintahnya ( selama sesuai dengan agama ). Sesungguhnya yang demikian itu menyulut rasa cemburu dalam hatinya.
Dan perhatikanlah dua perkara. Janganlah kamu menampakkan kebahagiaan padanya jika dia sedang dirundung sedih. Jangan pula engkau menampakkan kesedihan di kala dia berbahagia.
Ketahuilah wahai anakku, sebesar apa penghormatanmu padanya sebesar itu dia akan menyanjungmu. Sejauh mana kamu bisa menyesuaikan pandanganmu dengannya seperti itu pula dia akan setia padamu.
Anak gadisku, sesungguhnya kamu tidak akan mampu melakukan itu semua kecuali jika kamu mampu mendahulukan kerihdaannya atas keinginan pribadimu, dan jika kamu mampu mengedepankan hasratnya atas hasratmu. Semoga Tuhan melimpahkan kebaikan padamu.
Ayah & Ibu berkata, “Wahai anakku, Kalaulah nasehat boleh ditinggalkan karena kemuliaan budi dan ketinggian nasab keturunan, maka ayah & ibu tidak akan menyampaikannya padamu. Namun ini perlu disampaikan untuk mengingatkan orang baik dan menyadarkan yang lalai.
Wahai anakku, jika seorang perempuan bisa melepaskan diri dari laki-laki dengan harta orang tuanya maka aku adalah orang yang paling bisa untuk itu. Tapi, itu tidak mungkin, anakku. Karena perempuan diciptakan untuk laki-laki. Dan sebaliknya, laki-laki diciptakan untuk perempuan.
Wahai anakku, saat ini engkau akan melangkah dari rumah ini, dimana kamu hidup dan dibesarkan. Kamu akan berangkat ke lembah yang belum kamu ketahui sama sekali dan akan ditemani seorang yang tidak pernah kau kenal selama ini. Makanya, dengarlah pesan-pesan ayah & ibumu ini. Jadilah engkau bagaikan budak baginya, maka dia akan berlaku seperti itu pula untukmu.
Ayah & ibu akan menyampaikan sepuluh wasiat untukmu. Jagalah wasiat ini dan akan menjadi penerang serta bekal bagimu dalam hidup.
1. Setia dan patuhlah padanya. Kepatuhanmu padanya akan melahirkan keridhaan Tuhan.
2. Qana’ahlah dengan apa yang diberinya. Sikap itu akan melahirkan ketenangan dalam jiwamu.
3. Peliharalah pandangannya padamu. Jangan sampai dia melihat padamu sesuatu yang tidak disenanginya.
4. Pelihara penciumannya terhadapmu. Jangan sampai dia mencium darimu sesuatu yang tidak mengenakkan hidungnya.
5. Jagalah waktu makannya. Sesungguhnya rasa lapar itu bagaikan bara yang bisa membakar kapan saja.
6. Jagalah waktu tidurnya. Sesungguhnya gangguan pada waktu tidur bisa menyulut amarah.
7. Jagalah harta dan rumahnya. Sesungguhnya yang demikian membuatnya menghargaimu.
8. Pelihara dan hormatilah anak dan keluarganya. Sesungguhnya hal itu melatihmu mengatur segala Sesuatu dengan baik.
9. Janganlah kamu buka rahasianya. Jika kamu melakukan itu, maka tidak bisa dijamin dia akan menjaga janjinya padamu.
10.Janganlah kau melanggar perintahnya ( selama sesuai dengan agama ). Sesungguhnya yang demikian itu menyulut rasa cemburu dalam hatinya.
Dan perhatikanlah dua perkara. Janganlah kamu menampakkan kebahagiaan padanya jika dia sedang dirundung sedih. Jangan pula engkau menampakkan kesedihan di kala dia berbahagia.
Ketahuilah wahai anakku, sebesar apa penghormatanmu padanya sebesar itu dia akan menyanjungmu. Sejauh mana kamu bisa menyesuaikan pandanganmu dengannya seperti itu pula dia akan setia padamu.
Anak gadisku, sesungguhnya kamu tidak akan mampu melakukan itu semua kecuali jika kamu mampu mendahulukan kerihdaannya atas keinginan pribadimu, dan jika kamu mampu mengedepankan hasratnya atas hasratmu. Semoga Tuhan melimpahkan kebaikan padamu.
HIdup kita serba kekurangan
Benarkah Kita Hidup Dalam Serba Kekurangan? Hore, Teman-teman. Banyak sekali kekurangan dalam diri kita. Kurang mancung. Kurang putih, kurang seksi, kurang pandai, kurang makan minum.... baca selengkapnya di sini
Bertahan Hidup
"Bertahan untuk hidup adalah naluri utama manusia yang bisa mengalahkan apapun, bahkan cinta sekalipun,"
Apa yang sesungguhnya membedakan seorang yang sukses dengan orang rata-rata? Bukan karena kepandaian, kekuatan, ataupun kekayaan yang dimilikinya, tetapi yang membuat seseorang sungguh-sungguh hebat adalah karena mereka mengetahui bagaimana caranya menanggung penderitaan yang tak terperikan dan bagaimana menahan yang tak tertanggungkan.
Hidup Ini Susah
Betapa susahnya hidup yang sementara ini.
Betapa susahnya hidup, bila perkara yang begitu mudah bagi orang lain, susah untuk kita.
Betapa susahnya hidup, bila kita terpaksa pilih antara dua yang paling kita sayang.
Betapa susahnya hidup bila hati kita tertoreh selalu.
Bila semua lihat kita ada apa yang kita mahu, tapi sebenarnya kita tak punya apa-apa.
Betapa susahnya hidup bila hati kita tersiat selalu.
Bila kita tengok semua orang tak ada apa-apa, tapi mereka bersama dengan orang yang mereka sayang. Dan tiba-tiba dunia ini milik mereka. Dan mereka tersenyum puas.
Betapa susahnya hidup bila kita hanya mampu memandang.
Betapa susahnya hidup ini bila kita rasa baik saja hidup di dunia di sementara ini dipercepatkan. Tak payah lalui semua rasa perit.
Betapa susah kalau selalu rasa nak tamatkan semua. Tapi tak mampu.
Sesungguhnya manusia hanya layak menghadapi kebahagiaan dan bukan kesusahan. Tapi tuhan buat ujian untuk manusia sebagai menguji ketabahan hati.
Semoga aku dan kamu tabah di dalam dunia yang sementara ini.
Langganan:
Entri (Atom)



